カテゴリー: Life in Japan Story

5 Tahun Lalu Aku….(Bahasa)

(▽≦)/ ” click translate for this blog on side blog(for PC usher) or below this blog ( for mobile usher)”

Photo by Guilherme Rossi on Pexels.com

Throwback , 5 tahun yang lalu kalian lagi dimana? trus ngapain di tanggal yang sama?

Kalimat diatas lagi trending di social media, jadi berasa diingetin kalau hari ini bertepatan dengan 5 tahun kunjungan aku di Jepang.

Jepang menjadi negara yang aku impikan dikala aku masih remaja. Pernah saat itu ada seseorang berkata kalau impian aku konyol. Bisa dibilang masa SMP kelas 9 merupakan masa tertarikku dengan budaya Jepang. Berawal dari suka YUI, lalu ke ranah musik yang lain, cosplay, style, dan mempelajari disiplinnya bekerja ala Jepang.

Takdir mempertemukan aku dengan suamiku sekarang, Warga Negara Jepang. 5 tahun lalu waktu dimana kesempatan datang dengan tujuan utama bertemu dengan orang tua pacar (( cielaaahh )). Rasanya ? Sungguh deg degan say! Aku beneran enggak ngerti bahasa Jepang, taunya “hai, arigatou, gomenasai, Iie” tok!

5 tahun lalu menjadi pengalaman aku juga dikala buat paspor dan visa.

HAH?? Paspor lagi buat Yurrrr??

Iya! paspor baru buat dikala itu, karena pekerjaan ku sebagai creative TV saat itu yang susah banget dapet libur panjang. Kebetulan banget belum ambil cuti kantor jadi pas menjelang resign ambil semua cuti yg kesisa dan ke Jepang. Jadi memang sesuai rencana, cap pertama di buku paspor aku kala itu adalah negara impianku.

Visa kala itu (tahun 2016) masih dibuat di Jl.MH Thamrin, samping PI, belum pindah di LOTTE Kuningan, Jakarta. Prosesnya beruntung dipermudah. Jadi sesuai dengan jadwal yang ada dan gratis, karena aku buat pakai e-paspor. Untuk syarat visa kunjungan bisa dicek disini ya

Pengalaman pertama ke Jepang aku pergi dari SOETA sendirian. Transit di KLIA sendiri nunggu 9 jam di dalem bandara, enggak berani keluar karena udah bete di judesin sm security sana. Tidur di lantai sambil charger hp, beli makanan McDonalds Malaysia tapi malah dapet zonk. Kalau enggak salah saat itu aku beli breakfast set, tapi roti nya keras banget huhu…. Hingga akhirnya jam keberangkatan ku mulai, rasanya? Grogi abessss

Hingga akhirnya aku sampai di KIX ( Kansai Airport) dan cukup grogi dikala isi formulir yang dibagikan dari pesawat. Nah, uniknya pas dikasih, aku kedapetan yang bahasa Jepang, jadi aku yang enggak ngerti apa-apa kepaksa ngisi di counter imigrasi. Harusnya cepet nyampe eh bikin antri panjang karena enggak isi formulir kedatangan.

Disaat sampai giliran aku depan petugas imigrasi, aku agak deg-degan haha… enggak tau kenapa pokoknya deg-degan. Pas udah kelar, ambil bagasi trus lihat pacar udah melambai-lambai dari kejauhan. Serahin surat bagasi, di cek petugasnya lagi, baru bisa keluar.

Rasanya ?? Lega Tsayyy…

Saat keluar bandara, baru berasa kalau panas nya musim Jepang agak beda sama dengan Indonesia. Panas di Jepang kalau lagi peak berasa kering dan enggak ada angin. Tapi kalau lagi hujan, rasanya lembab. Hasilnya? Muka breakout lumayan ((alamak))

Tour kunjungan pertamaku dimulai! (( aku ceritain singkat aja ya, maaf gambarnya enggak banyak soalnya udah kepindah di device lain))

Pertama aku diperkenalkan dengan keluarga paman dari PakBoo dari keluarga Ibu. Mereka puji Tuhan sangat terbuka dan menyambut dengan baik. Loh, emang kenapa YURIKO ? Orang Jepang enggak semuanya terbuka dengan orang asing, terutama untuk orang Asia Tenggara. Setelah berkunjung malemnya sempetin ke Kobe.

Kobe

Kobe ternyata enggak cuma terkenal daging nya tapi keindahan kotanya yang klasik dari berbagai budaya.

Hari kedua, aku diajak touring singkat ke Osaka sekalian ngikutin PakBoo yang kala itu survey kantor. Jadi karena aku datang saat jam kerja, sambil menyelam minum air. PakBoo kerja dengan kunjungan ke kantor cabangnya, aku explore di sekitar. Siangnya pergi ke Osaka castle, takjub melihat kastil yang hanya dibayangan “benteng Takeshi” eh ternyata lebih keren.

Osaka Castle

Apalagi pas masuk museum nya dan lihat diorama yang 3D. Pas naik ke ujung bangunan castle nya, bisa lihat pemandangan Osaka. Sorenya, kita explore Namba. Makin kagum dikala lihat ambience Jepang dengan segala bentuk kesibukan di malam hari. Cahaya-cahaya yang ada di selasar Namba, dan enggak cuma takoyaki. Disitu pikiranku cepet terbuka, ” oh Osaka enggak cuma takoyaki ya, tapi lebih luas lagi dan bervariasi.”

Namba,Osaka

Hari ketiga, kita pergi ke Kyoto dan Nara. Perjalanan paling melelahkan karena dua tujuan ini agak jauh dan harus kelar dalam satu hari. Demi aku yang masa kunjungan singkat, jadi mau enggak mau harus cepet dan berkesan. Kawasan wisata di Kyoto aku diajak di salah satu kuil jodoh dan masalah ( kebetulan saat itu aku ada masalah keluarga ) dan di kuil itu dipercaya kalau kita taruh kertas di atas air dan kertasnya itu tenggelam, maka masalah akan hilang. Percaya enggak percaya yaudah doa sama Tuhan dan enggak tau kenapa, masalah yang tadinya keruh, jadi mudar hehe… percaya enggak lo ??

Kita pas di Kyoto enggak sempet ke kawasan lain, cuma jalan disekitar Gion, trus cabut ke Nara. Todaiji Temple menjadi tujuan kita kesini.

Todaiji Temple

Makin terheran-heran lagi dengan patung Buddha yang super duper gede. Spechless dan sueneng puolll. Apalagi pas ketemu kijang Nara,jd yang dilihat di tv membuka mata aku lagi (( jujur, pas kerja di TV tu aku punya impian liputan di Jepang tapi enggak tercapai Beb huhu ))

Hari keempat, waktunya mengunjungi sang ponakan satu-satunya, Tomo. Pertama kali ketemu anak kecil tentunya aku grog. Kenapa ? karena anak kecil itu paling jujur respond nya, kalau ampe nangis atau enggak mau ketemu itu rasanya patah hati.

Tapi untungnya, Tomo langsung centil pas ketemu aku pertama kali. Bisa dibilang nempel mulu hihi… Sampai pas pamitan pulang, dia nangis. Aduh rasanya mau ngobrol banyak saat itu, tapi aku masih belum bisa ngomong apapun.

Hari kelima, hari terakhir kunjungan aku di Jepang ditutup dengan makan bersama keluarga PakBoo. Restaurant itu sampai sekarang menjadi kenangan manis untuk aku terutama dengan alm. Ibu mertua. Kalau kalian lihat di story aku ada bangunan Eropa kuno yang biasa aku pandang pas kerja disini, itulah restaurant itu.

Lunch together

Hingga akhirnya hari keenam petang waktu berpisah pun tiba. Semaleman nangis kayak enggak mau balik Indonesia karena masih belum puas ketemu semuanya. Pulang dengan muka sembab dan di dalem pesawat sesenggukan kayak ada yang tertinggal.

Hingga akhirnya menunggu sampai waktu Tuhan tiba yaitu hari pernikahan kita sekitar 1,5 tahun kemudian. Sekarang karena keputusan Yuriko 5 tahun lalu, kini sudah menetapkan retire of my life and stay for good disini. Melepas apa yang dipunya di Indonesia, memulai kehidupan di Jepang yang ternyata na no na no hahaha yang seperti kalian lihat di Instagramku gimana.

Makasih udah baca sampai sini.

Kalau kalian 5 tahun lalu sedang apa di hari yang sama ?? Comment dibawah atau di post Instagramku ini ya

Xoxo,

Yuriko

投稿者:

Im YURIKO(^_^)ノ Thank you for reading this blog( ˘ ³˘)♥︎ Please support this blog with comment ,share and likes (●❛⃘ᗜ​❛⃘●)੭ु⁾⁾

コメントを残す

以下に詳細を記入するか、アイコンをクリックしてログインしてください。

WordPress.com ロゴ

WordPress.com アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト /  変更 )

Twitter 画像

Twitter アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト /  変更 )

Facebook の写真

Facebook アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト /  変更 )

%s と連携中